Jumat, 07 November 2014

Media Sosial; Pers yang Kebabalasan

source: google
Media Sosial? Siapa yang tidak kenal! Apalagi mereka yang masih tergolong masih sangat muda, kisaran 16 tahun sampai 30 tahun. Jelasnya pasti memiliki akun media sosial, kalau bahasa anak gaul sekarang "cupu kalau gak punya BBM" dan seterusnya.

Bisa menjadi sebuah kebudayaan yang masuk dan meresap secara tidak sadar kepada kita semua, ibarat virus tanpa disadari kita semua sudah ketularan dampaknya. Langsung dan tidak langsung, sadar dan tanpa disadari wabah ini sudah merasuk dan beranak pinak dalam kebudayaan muda hari ini.

Ngeri dengarnya, sedikit-sedikit sudah update status. Kalau semisal gak update gitu kalian gak bakalan mati juga! Nah, yang menjadi permasalahan kali ini mereka yang gemar memperbarui status baik di Facebook, Twiiter, BBM dan sosmed lainnya pemilik akun menggunakan tidak sesuai dengan etika jurnalistik dan pers. Banyak contoh yang menjadikan perhatian publik, hukuman di Indonesia masih belum ada tentang Penghinaan atau bahasa kerennya itu Bully. Tidak suka utamanya, sedikit-sedikit dikritik yang tidak sehat. Semisal tidak suka sama perilaku dosen, sudah ditulis dan dipaparkan sesuka hatinya. Bentuk pelampiasan bukan lewat sosial media, itu hal yang salah dan malah berdampak negatif bagi si pemilik akun tadi.

Mending kalau kalian yang gemar mengkritik siapapun jangan lewat sosial media, hal itu akan berakibat runyam nantinya. Sosial Media itu ibaratnya mulut dan lidah kalian, tapi sifatnya lebih universal karena lewat toa masjid, semua orang bisa membaca dan mengamati setiap detiknya kalian meng-Update Status.

Bijaksanalah dalam menggunakan media sosial, jangan sakiti orang lain kalau tidak mau disakiti. Dan jangan kalian terlalu maniak akan media sosial, karena alat komunikasi ini menjadikan anda lebih individualistik dan egoisme. Dan dampak yang lain seperti kurang bisanya kalian berbicara dihadapan umum dan berani didepan karena kecenderungan kalian menyendiri dan asik dengan ponsel canggih masing-masing.
Dampak negatif ini malah lebih pesat perkembangannya ketimbang dampak positifnya. Maka, jangan maniak dalam menggunakan Sosial Media.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar