Rabu, 21 November 2018

Alasan Menulis

Kalau kalian ingin banyak membuat tulisan hal yang paling awal adalah membaca. Dengan membaca kalian akan lebih termotivasi dan bergerak untuk menulis. Kalau masih belum juga ada keinginan untuk menulis, berarti bacaan kalian masih belum banyak. Untuk itu lebih baik kalian meningkatkan membaca yang lebih dan lebih banyak lagi. Membaca bagiku adalah tahapan paling dasar untuk mampu tergerakan pada tahapan menulis. Begitulah yang akhir-akhir ini aku alami, dan sekarang menjadi sebuah kebiasaan. Rasa-rasanya kurang lengkap kalau belum menuliskan sesuatu, meskipun tidak setiap hari menulis, akan tetapi menuangkan hal remeh dalam tulisan bagiku menjadi sebuah keharusan.

Krisisnya hari ini adalah fenomena membaca. Bukan tidak ada, akan tetap sedikit, banyak pikiran praktis dari diri kita hingga akhirnya membuat menjadi manusia rata-rata. Artinya tidak memikirkan visi ke depan mau menjadi seperti apa? Itu terkait mengenai misi diri. Hanya memikirkan sekarang, dan praktis hari ini. Pertanyaan yang terlintas; dapat apa dari hasil membaca? Kalau berpikir kebermanfaat jangka pendek, dan sifatnya materialisme atau uang semata, maka gagal untuk menjadi pembaca ulung.

Sehingga perlu untuk memperbaiki literasi dalam diri, lalu kemudian beranjak kepada menulis. Walaupun jelek jika menulis dari hati, dan niat untuk berbagi maka hasil tuliskan kita akan jauh lebih bermakna. Aku mengalami halnya demikian sekitar akhir tahun 2014 silam; ternyata menulis mengasikan. Dan selain menyenangkan ada 5 hal utama kenapa aku menulis, dan kalian bisa simak selengkapnya sebagai berikut:

(1) DIKENAL BANYAK ORANG
Secara prinsip; untuk mengenal dunia kita harus membaca, begitu sebaliknya untuk dikenal dunia menulislah. Dasar inilah yang menjadi motivasi dan semangatku untuk menulis. Karena memang benar, semakin aktif kita menulis paling tidak disana akan lebih banyak orang mengetahui diri kita. Walaupun sekarang ini untuk mencapai eksistensi lebih mudah di dapatkan melalui media sosial, akan tetapi dengan menulis ada karakter yang jauh dibandingkan hanya sekedar memposting foto jalan-jalan. Karena menulis adalah penyampaian pesan, alat penghantar, dan transfer pesan yang jauh lebih rinci. 

(2) MELATIH CARA BERPIKIR
Bagiku cara berpikir seseorang tidak melulu di ukur dengan model tes IQ yang berdasarkan logika angka dan nalar tingkat tinggi. Melatih berpikir yang paling utama adalah dengan menulis, coba saja kalian pikirkan. Menyampaikan pesan untuk sampai kepada kalian harus menggunakan bahasa dan pemilihan kata yang baik. Disinilah dibutuhkan tingkat berpikir yang paling tinggi.  Lebih lagi untuk penyampaian pesan dalam tingkat kognitif tingkat 6, tentu menulis bagiku adalah proses paling akhir. Selain melatih untuk menyusun, merangkai kata demi kata, menjadikan kalimat, menulis juga menyusun sebuah pendapat baru yang bisa diterima secara menyeluruh. Inilah yang menjadi Pekerja Rumah bagi penulis yang sudah mahir. Gunanya adalah mempermudah penyampaian pesan.

(3) TEMPAT BERCERITA
Menulis merupakan tempat kita bercerita, dangan bercerita dalam tulisan membuat hidup lebih menari. Karena banyak dari kita yang hanya bisa bercerita secara lisan akan tetapi pada saat dituliskan tidak menjadi begitu bermakna. Sebab pesan yang disampaikan hanya wajar dan tidak ada dinamika yang membuat pembaca lebih bergairah. Setidaknya dengan menulis kita bisa membuat cerita diri sendiri, tanpa ada usikan dari orang lain.

(4) JEJAK HIDUP
Tulisan adalah jejak hidup kita, karena dengan menulis orang akan tahu kalau kita pernah hidup. Dan hidup kita menjadi bekas yang bermakna. Itulah yang menjadi penting bagiku bahwa menulis jejak langkah kehidupan merupakan keharusan setiap orang. 

(5) KEKAL DAN ABADI
Kekal dan abadi adalah sebab segala sebab alasan diatas, karena menjadi kelal dan abadi merupakan cita-cita sebuah tulisan. Aku melihat penulis dengan gagasan indah tentang idea, dia akan kekal sepanjang masa. Meskipun pemilik tulisan telah tiada, akan tetapi gagasan, idea, dan pengetahuan yang di tuangkan dalam tulisan akan menjadi lebur bersama dunia yang terus menerus berkembang. Jadi tidak perlu khawatir bahwa idea ini tidak berlaku sekarang, akan tetapi ke depan tidak akan ada yang tahu seperti apa?.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar