Kamis, 18 Februari 2016

Hidup Ala Permainan Catur



Salam hangat. Pasti kalian sudah tau apakah itu catur? Permainan yang menggunakan pikiran dan strategi untuk membunuh lawan dengan cara skakmat rajanya. Bahkan sebagian orang bosan dengan permainan ini, membuang waktu dan membosankan. Sebab langkah yang digunakan hanya itu-itu saja. Akan tetapi beda halnya buat mereka yang senang dan gemar main catur. 

Kalau boleh mengambil filosofis dari permainan catur saya akan membahasnya di sini.

Hidup seharusnya memiliki strategi untuk melangkah. Kalaupun harus meggunakan raja untuk sukes kenapa tidak? Yang terpenting ialah jangan sampai lalai dan kalah dalam perlawanan dengan lawan mainmu yakni alam dalam kehidupan.

Dalam hidup sudah semestinya kita memikirkan langkah kedepan kedepan dan kedepan. Ibarat langkah catur sudah bisa ditebak bagaimana cara mencari peluang langkah terbaik agar aman dari serangan lawan. Hidup pun sama saat berada di bidak catur, haruslah ada pengorbanan yang dipertaruhkan. Asal mendapatkan peluang sukes dan tercapainya tujuan. Saat sering halnya dalam perminan catur kita mengorbankan hal besar untuk mendapatkan peluang dan langkah pasti ini. Strategi itulah yang kita kenal sebagai siasat untuk menjalankan sesuatunya. Strategi timbul dari sebuah pemikiran yang mendalam. Tidak semerta strategi muncul dengan sesaat, kalau langkah dalam strategi salah maka hasilnya akan salah pula. 
Begitu halnya mencari peluang dalam hidup yang tidak akan lepas dari strategi untuk mencapai tujuan.

Percaya diri dan tidak mudah terhasut orang lain merupakan cara yang juga penting untuk memenangkan permainan catur. Sering kali saya yang pengalaman bermain catur terhasut dan kurang percaya diri pada saat melangkah. Padahal kunci utama dari munculnya strategi tadi tidak lain adalah percaya diri. Kadang dalam hidup strategi bisa runtuh dengan rasa kurang percaya diri, peluang yang tadinya sudah nampak akan sia-sia apabila percaya diri kurang. Intinya ialah setiap langkah kita selalu di huni dengan rasa optimisme dan tak mudah termakan omongan apalagi hasutan orang.

2 komentar:

  1. main catur biasanya kalau dipaksa anak untk jadi lawan, aku cuma bisa cara jalannya aja belum bisa mengatur strategi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihhi,, namanya juga proses belajar :D
      Semoga mampu mengatur strateginya nanti Bu Lidya Fitrian. Aamiin :)

      Hapus