Kamis, 18 Juli 2019

Visitasi Program Studi S2 PPKn Universitas Negeri Malang

Alhamdulillah, sebagai mahasiswa program studi magister Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan atau disingkat PPKn, saya bahagia dan sekaligus bangga. Pasalnya, program studi S2 PPKn di Universitas Negeri Malang (UM) adalah program studi yang berdiri di tahun 2017. Dan di tahun 2019, insyaAllah mendapat akreditasi.

Mendapatkan mandat tugas dari Kementerian Riset dan Perguruan Tinggi pada tahun 2016, menjadikan awal di mulainya prodi S2 PPKn. Merupakan tugas berat bagi institusi, terlebih saya dan teman-teman yang masuk pada tahun 2017. Dan menjadi mahasiswa angkatan pertama, yang dalam arti belum mendapatkan akreditasi.


Menjadi mahasiswa pemula, bisa di kata sebagai penentu dan penaruh fondasi awal bagaimana nasib dari prodi S2 PPKn. Singkat cerita, berkat kegigihan dari semua sivitas akademika Universitas Negeri Malang (UM) pada ujungnya kemarin (17/7/2019) adalah sejarah dimana visitasi dilakukan.

Penting sebuah institusi memiliki akreditasi untuk mendapatkan sebuah pengakuan. Sebab, negara kita menjadikan hukum sebagai landasan bernegara, konsekunensinya perlu mendapatkan pengakuan dari pemerintah. Dan dalam konteks ini adalah sertifikat akreditasi.

Dengan diutuskannya Prof. Dr. SAPRIYA, M.Ed. (Universitas Pendidikan Indonesia) dan Prof. Drs. M. MUKHTASAR SYAMSUDDIN, M.Hum., Ph.D (Universitas Gadjah Mada) sebagai tim assesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, menjadi penentu nasib dari prodi S2 PPKn kedepannya.

Sebenarnya, bukan hanya nasib dari institusi prodi dan kampus saja. Terkhusus nasib dari saya sendiri, yang sejatinya menjadi bagian dari semua yang bersangkutan. Sebab, saya adalah mahasiswa pertama yang menempuh jenjang pendidikan di S2 PPKn. Terdengar melankolis, tapi ini yang sebenarnya terjadi.

Kegalauan saya dan tentu teman-teman seangkatan terjadi hampir setengah tahun, sebab tidak ada kepastian visitasi dari tim assesor BAN-PT. Menjadi sangat penting, sebab inilah yang menjadikan pertimbangan dari dunia kerja selanjutnya.


Kemarin, (17/7/2019) adalah jawaban atas semua kegundahan. Setelah ini, tugas sebagai mahasiswa berjalan sebagaimana mestinya. Proses visitasi dan assesment terhadap kelayakan sumber daya manusia, infrastruktur, dan pendanaan menjadi fokus dari kajian assesment. 

Menjadi bagian yang terlibat langsung dalam diskusi, ya... meskipun tidak begitu paham akan birokrasi kampus, akan tetapi menjadi menarik sebab ada pembelajaran yang penting untuk diserap. Yakni kejujuran, dan tentu pandangan kejelasan arah tujuan kedepannya.

Kedua point penting itu menjadi tolak ukur dari diskusi yang memakan waktu lebih dari 4 jam lamanya. Selebihnya adalah kesesuaian borang yang telah di isi dan diusulkan dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Dan, bacaan saya dari assesment kemarin, rasa-rasanya untuk mencapai point A sangat sulit. Sebab, ada dua hal yang menjadi penting dari penilaian akreditasi S2 PPKn adalah alumni atau lulusan, dan publikasi ilmiah yang diterbitkan mahasiswa.

Terkesan mudah dalam bacaan, akan tetapi sulit untuk mengimplementasikan. Yang walaupun fakta yang terjadi dilapangan, sudah ada 3 mahasiswa yang sidang. Artinya, selangkah lagi untuk menuju lulus. Dan nantinya menjadi bakalan calon alumni dari S2 PPKn.

Setidaknya itu yang bisa sedikit saya bagikan dari pengalaman kemarin. Dan semoga akreditasi segera keluar, lalu saya bisa mengabdi, berkarya, dan berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara tercinta ini. Demikian, salam :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar