Tampilkan postingan dengan label #PPL #SMPN15Malang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #PPL #SMPN15Malang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Oktober 2014

Kuliner ala Kantin SMP Negeri 15 Malang

Makan - Sekilas nampak sangat sederhana dan gizi pun juga sederhana. Saya berfikiran kalau makanan ini memang lebih dikhususkan untuk siswa, karena porsi yang minimalis dan terkesan cukup untuk perut mereka.

Berbeda lagi dengan kita yang sudah usia 20 an, kalau makan yang seperti ini memang sangat cenderung dianggap sebagai cemilan belaka. Karena porsis dan kuantitas dari apa yang disajikan jauh dari kurang :D

Anak kost sekaligus mahasiswa jadi prioritas utama dalam makan itu bukan kuallitasnya akan tetapi kuantitas dari apa yang dihidangkan. Banyak yang bialng, gizi bisa di nomor kesekian asal kenyang dan kondisi tubuh terpenuhi dengan baik.

Mayoritas kantin di Sekolah sini sudah modern dan kisaran harga relatif murah kalau dilihat dari kondisi letak geografis yang berada di Kota Malang. Selamat menghidangkan :))

Rabu, 01 Oktober 2014

Upacara Bendera Memperingati Hari Kesaktian Pancasila

Pancasila - Hidup sebagai Dasar Negara, Pandangan Hidup Bangsa, Idologi Bangsa, Cara Hidup dan Kehidupan Bangsa. Penting dalam kehidupan sehari-hari kita untuk selalu menjunjung dan memahami nilai sila-sila dalam Pancasila guna menjadikan pribadi diri yang selara dan seimbang dengan keutuhan kepribadian Negara Indonesia.

Pusaka merupakan hal yang dikeramatkan dan memiliki kekuatan magic yang dianut masyarakat, meski benda yang dianggap pusaka ini tidak memiliki landasan yang jelas. Pusaka hidup dan berkembang dalam hidupanya masyarakat Indonesia. Kesaktian dari sang pusaka dalam masyarakat jelas mempengaruhi dalam setiap kehidupannya. Begitu halnya seperti Pancasila, Kesaktian sebagai pusaka bangsa jelas hidup dan menghidupi sebagai kepribadian yang luhur dan menjadikan pola cita-cita hidup dan kehidupan masyarakatnya.

Berbagai macam buku yang saya secara pribadi baca berkenaan mengenai Pancasila, yang pada hakikatnya sila-sila dalam Pancasila inilah yang seharusnya dimaknai sebagai sumber dasar, dan cara hidup kehidupan dalam masyarakat. Ada 5 nilai sila yang didalamnya mengandung makna dalam dalam benturan kehidupan bangsa. Kesenangan akan mistis angka 5 dan simbol 5 menjadikan rujukan bahwa ada 5 dasar yang sangatlah penting di tanamkan jauh dari hasil galian para pendiri bangsa Indonesia.

Ilham Sumarga 1 Oktober 2014
Selamat Hari Kesaktian Pancasila

Saling Menghormati bersama siswa SMP Negeri 15 Malang

Guru - Menjadi tauladan dan contoh baik seharusnya memiliki kepribadian yang baik pula. Saling menghormati, menghargai perbedaan, ketebukaan dalam pengetahuan, jujur dan kebenaran musti harus dilakukan setiap insan pendidik sebagai modal utama.

Tidak terbayangkan jika pendidik khususnya guru tidak memiliki perwujudan dari semua yang sudah dijelaskan diatas. Saya bersama mahasiswa PPL dari Universitas Negeri Malang sebanyak 15 mahasiswa yang mengabdi dan membantu secara sukarela di SMP Negeri 15 Malang. Seharusnya ditulis pada hari selasa, 30 September 2014 bersamaan dengan berkabungnya negeri tercinta atas meninggalnya para Pahlawan Revolusi. 

Rasa terharu sempat terasa dalam batin saya, karena serasa sangat belum pantas sebagai tangan yang masih banyak melakukan tindakan dosa ini dicium oleh siswa-siswa saya yang ada di SMP Negeri 15 Malang. Minder dan terus merasa belum pantas untuk menjadi tauladan, sebab sepengetahuan kolot saya, jika sebagai resi atau guru dia yang sepantasnya mampu ditiru prilaku dan perbuatannya, serta ilmu pengetahuan yang benar lurus diterima oleh sang muridnya.

Merenung dan memaknai lebih hemat lagi, perwujudan dari berjabat tangan antar saya dengan siswa sekedar rasa penghormatan dan penghargaan mereka atas keikhlasan dan kerelaan memberikan dan berbagai pengalaman serta memberikan ilmu sedikit. Fokusnya lebih pada teman bermain mereka, karena seluk beluk dan keluh kesah mereka sangat nampak saat berada di dalam kelas. Kepribadian yang unik pun beragam diantar individu hidup ini.

Semoga Berkah dan Kebajikan selalu memberkati kalian semua anak didikku. Tak sebanyak guru kalian yang bisa kami berikan, tapi pengorbanan atas keikhlasan semoga kalian ketahui.

Minggu, 28 September 2014

Ibu-Ibu Pengabdi dan Pendidik Muda Bangsa

Wanita - Pejuang wanita sudah tidak asing kita dengar dinegeri ini, siapa lagi kalau bukan R.A Kartini sungguh bersar jasanya bagi kaumnya. Memberikan dampak yang bersar, sehingga mengadakan emansipasi wanita kala itu.

Dengan berbagai tekanan, tekat dan perjuangan dalam membela hak wanita yang seharusnya sama dengan hak laki-laki. Berkarir, mendidik dan mengasuh anaknya dirumah.

Dengan jumlah mahasiswa PPL gelombang ke-II jumlah keseluruhan dari mahasiswa sebanyak 15 mahasiswa, 8 Mahasiswa laki dan 7 Mahasiswa wanita. Lebih banyak daripada Gelombang ke-I. Ungkapan yang sering kami dengan itu PPL Gelombang ke-II banyak yang cakep :D

Bersama pendidik wanita muda dengan kekaguman atas pemikiran mereka membuat saya mengacungkan 2 jempol bahwa kecedasan mereka sudah tidak perlu lagi untuk ditanyakan. Saat ditanya berkaitan dengan keprodian sudah tentu jawabanya benar dengan penjelasan yang sangat sistematis dan menyeluruh.

Ibu Riski dari Biologi, Ibu Regita dari PPKn, Ibu Nova dari PPKn, Ibu Ayu dari Biologi, Ibu Novita dari Biologi, dan bapaknya tidak perlu untuk disebutkan. Mereka dalam kelas memiliki cara untik dalam mengkondisikan siswanya, semua strategi saya pelajari guna menambah wawasan pengetahuan dan ilmu sebagai pembelajaran ketika nanti saya dihadapkan dengan kondisi yang samaa.

Good Luck Buat Ibu-Ibu Pengabdi dan Pendidik Bangsa :))

Senin, 22 September 2014

Sambutan Awal PPL SMP Negeri 15 Malang

PPL - Praktik Pengalaman Lapangan memang umum di dengar bagi kalangan mahasiswa yang mengambil matakuliah ini, dengan bobot 4-6 SKS didalamnya. Mengambil di SMP Negeri 15 Malang yang bertempat di bukit dieng dengan letak geografis perumahan mewah.

Perencanaan awal kami untuk pemberangkatan pada pukul 8.15 WIB berkumpul di depan pintu Terusan Surabaya Universitas Negeri Malang. Berangkat pertama dengan koordinasi lewat pesan singkat. Tak menunggu beberapa lama, kami langsung melangsungkan perjalanan dengan jumlah 12 anak, yang masih belum menghubungi dari mahasiswa sastra yakni seni rupa. Koordinator penghubung kami sempat kebingungan karena tidak ada komunikasi dengan meraka. Tanpa menunggu lama, perjalanan kami lakukan untuk langsung menuju ke SMP Negeri 15 Malang. Disambut dengan ramah disana, kami langsung melaksanakan pembukaan dalam nuansa yang harmonis.
 foto: kelompok PPL gelombang II

Ini wajah para guru pendidik di SMP Negeri 15 Malang yang nantinya akan memberikan dan berbagi pembelajaran dan bahan ajar kepada peserta didiknya. Kami terbagi menjadi 5 jurusan yang ada didalamnya, semua ada 3 mahasiswa. Sastra Inggris, Seni Rupa, Biologi, PPKn, dan PJK. Memang awal kami masih belum begitu mengenal dengan baik dengan mereka. Layaknya manusia pada wajarnya, kami berkenalan dan ngobrol dengan santai dengan mereka berbahas mengenai PPL dan sebagainya.

Acara penyambutan kami dimulai pada pukul 9 lebih, dengan dibuka oleh ketua tim PPL yang ada di SMP Negeri 15 Malang beliau bernama Bapak Gatot akrabnya, memberikan arahan dan evaluasi mengenai PPL yang telah dilakukan sebelumnya  yang fokus dan subtansi pembicaraan beliau bertumpu pada: 1). Sebagai mahasiswa yang mengikuti PPL ke II diharapkan berkomukasi dan berkoordinasi dengan yang gelombang ke I. 2). Peserta didik yang ada di sini itu banyak yang nakal jadi diharapkan agak lebih ekstra lagi. 3). Gunakan pendekatan yang baik terhadap siswa, pesiapkan mental.

Beliau memberikan pengarahan kepada kami tentang banyak hal yang penting dalam pelaksanaan teknis di PPL, yang mengevaluasi dari gelombang pertama, gambar disamping ini foto Bapak Gatot akrabnya, sebagai koordinator PPL di SMP Negeri 15 Malang dan merangkap sebagai humas di SMP Negeri 15 Malang.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari kepala sekolah SMP Negeri 15 Malang, Bapak Drs. H. Dasuki, MM. secara garis besar dan subtansinya beliau menyampaikan profil dari sekolah SMP Negeri 15 Malang yang termasuk ke dalam sekolah adiwiyata.

Beliau memberikan gambaran mengenai kondisi  yang ada di daerah sekitar Bukit Dieng dimana sekolah SMP Negeri 15 Malang berada. Secara geografis letak dari SMP tersebut dikelilingi oleh bangunan bangunan mewah dan rumah rumah mewah. Hampir dari disekelilingnya dihuni oleh rumah rumah, hanya sebelah samping sekolah yang masih banyak pohon dan rencananya akan dipotong dan diratakan untuk pembangunan rumah.

Kondisi geografis jelas pula mempengeruhi anak didik yang ada disini, berbeda dengan di Klojen dan Lowokwaru yang anak didiknya memang unggul dalam keilmuannya. Disini, pendidiknya harus lebih ekstra karena banyak anak didik yang memiliki sifat beragam, ada yang bandel, ada yang sabar, ada yang ingin dilihat yang pada intinya ingin diperhatikan.

Sambutan selanjutnya oleh bapak Loga beliau dosen FIK UM, yang mengantarkan kami di tempat PPL SMP Negeri 15 Malang. Beliau menyampaikan berkaitan mengenai Program PPL dan pentingnya pendidikan dalam lingkungan kita. Tak jauh beda dengan pembicaraan awal, beliau lebih banyak bercerita mengenai Teori dan Pendidikan untuk prospek kedepam, seperti PPG untuk mereka yang melanjutkan, karena dirasa waktu 6 minggu sangatlah singkat dan masih kurang sekali pengalamnya. Beliau menyindir kami, baik PPL I ataupun PPL II kalian yang sudah selesai nampak bahagia, dan yang masih memulai cenderung dengan wajah yang suram menimbulkan banyak maksud dan makna, dalam ilmu psikologi atau kejiwaan sambil tertawa hhehe...

foto: Istimewa bapak Loga

Selanjutnya, acara pesan dan kesan dari mahasiswa PPL I untuk memberikan gambaran dan pengalamnya. 

Beliau berpesan untuk anak di SMP Negeri 15 Malang banyak sekali yang masih rame dari anaknya, jadi lebih dipersiapkan mental dan manajemen dari kalian. Utamanya suara, banyak yang dari mahasiswa PPL I tidak ada suaranya setalah proses KBM berlangsung.

Bersambung :))