Kamis, 24 Mei 2018

Buka Bersama S2 PPKn UM

Akan aku ceritakan sedikit tentang buka bareng (bukber) bersama keluarga S2 PPKn Offering A-A Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM). Agenda tersebut jauh hari direncanakan, bahkan sebelum memasuki bulan Ramadhan pun disepakati untuk agenda Buka Bareng. Karena kelas kita mempunyai khas kelas, dan setiap minggunya di tarik untuk membayar khas senilai lima ribu rupiah. Disinilah pundi-pundi kelas yang bisa kita ambil sebagai kegiatan untuk buka bersama diluar.

Bersamaan dengan memasuki masa akhir perkuliahan, tertanggal tujuhbelas mei duaribu delapan belas. Dan kelas kami sebanyak tujuhbelas anak, awal masuk ada delapan belas, entah karena alasan apa, satu anak itu memilih untuk mengambil  cuti kampus. Lepas dari cerita diatas, aku mengikuti alur dan keinginan dari teman sekelas, dan sebelum menuju di tanggal tujuhbelas mei tadi aku berada di rumah. Dan kita memang jarang berkumpul secara rutin di Malang, jadi bisa aku kata kelas kita adalah kelas bertipe negara federal. Ya beginilah situasinya, memang beragam karakteristik dan kebutuhan setiap mahasiswanya, memungkinan untuk berkumpul  di Malang sangatlah sulit untuk dilakukan. Untung ada teknologi canggih yang memudahkan kita berkomunikasi lewat media smartphone. Disanalah percakapan dimulai berkat WhatsApp Messenger yang dibuat dari belahan barat dunia sana.

Mulanya kami menentukan untuk memilih tempat yang baik dan nyaman saat dilakukan buka bersama. Memang alot dan kesannya banyak kepentingan didalamnya, ada sebagian dari seluruh jumlah kelas memilih untuk makan dengan kondisi yang diluar ruangan, ada pula yang menginginkan di dalam ruang, tipe dengan ada musholla karena pertimbangan sholat magrib saat berada dilokasi nanti. Selain itu, kriteria tempat makan pun dirundingkan pula, ada yang memilih untuk di dekat UM karena alasan lebih dekat dan jarak yang digunakan tidak begitu jauh, ada pula yang menginginkan keluar dari area kampus dan sedikit agak jauh. Semua bercampur menjadi satu dalam percakapan tak berperasaan dan ber-prikemanusiaan. Ada yang luwes, adan yang sering muncul, ada yang serius dann adapula yang memberi selera humor dalam group dengan niatan jangan berlebih serius untuk menentukan mau kemana buka bareng kita nanti. Jelasnya, simpulan didapatkan, aku dalam percakapan hanya sebagai penganggu dan tidak menentukan untuk menetapkan mengikuti sikap fraksi mana ataupun ikut kemana arahnya pun tidak aku pilih. Yang jelas, simpanan akhirnya dilakukan dengan cara banyak-banyakan suara, dan jatuh pilihannya pada makanan cepat saji yang bernama Warunk Steak & Seak. Waw, satu kata ini yang aku kata, kapital juga, hha

Anggaran yang diberikan per-anak mulanya sebesar duapuluh lima ribu rupiah. Dan setelah dipertimbangkan dari makanan yang tertera disana terbilang mahal, senilai tigapuluh duaribu rupiah untuk makanan dengan tipe daging dengan nasi dan es teh. Dan aku memilih itu, karena memang pilihannya hanya dua, kalau tidak dengan daging ya dengan ayam. Itu saja, keseluruhan sama semuanya, hanya varian nasi terganti oleh jamur. Kalau oleh jamur ini nanti kan tidak makan, kalau budaya kita dan pemikiran bangsa ini, belum lengkap makan kalau tidak dengan nasi. Rundingan selesai, tinggal tahap eksekusi di Lapangan saja.

Kamis, tujuhbelas mei duaribu delapan belas pagi harinya, aktivitas berjalan seperti biasa, kami mengikuti perkuliahan dengan matakuliah metodologi penelitian tindakan. Dan inilah yang bisa aku kata sangat lama sepanjang kuliah. Bahan evaluasi jadi nanti kalau menyusun rancangan kuliah jangan sampai ada perkuliahan yang melibatkan satu perkuliahan dengan tempo waktu lebih dari dua jam, kenapa aku kata demikian? Bosan, itu yang bisa aku gambarkan dalam kuliah waktu itu. Karena menghargai teman satu kelas, dan kegiatan presentasi proposal penelitian tindakan untuk tugas akhirnya. Dan memang aku sudah terlebih dahulu rampung untuk menyusun dan maju di tugas akhir ini. Sehingga tidak ada yang memberatkan ku saat perkuliahan ini berlangsung. Dan aku skipp cerita ini untuk kembali fokus pada permasalahan buka bersama.
Sore hari perkuliahan selesai, dan aku lega karena UAS hari pertama rampung dengan memberikan kesan yang indah, meskipun di hari puasa tetap kuat menjalani perkuliahan. Terlebih hari pertama ramadhan, sebagai pertimbangan pencitraan maka harus kuat, karena pembukaan. Itulah mainset yang terekam hampir setiap manusia muslim yang ada di belahan dunia. Utamanya mereka yang tergolong kaum abangan.

Meniatkan diri untuk terlambat sampai di Lokasi, karena aku pikir nanti kalau sudah kumpul melupakan ibadah sholat magrib. Dan inilah yang paling berbahaya dalam bulan Ramadhan, kegiatan yang berupa budaya buka bareng malah meninggalkan kewajiban untuk beribadah. Lepas akhirnya aku berangkat ke lokasi sekitar pukul setengah enam lebih, minum air putih dan sholat magrib. Lantas langsung berangkat menuju lokasi, yang alhamdulillah tidak jauh dari tempat kost, karena memang percakapan awal kita sewaktu berunding di whatsapp untuk memilih warung untuk buka bareng yang dekat dengan kampus, alhasil waktu yang diperlukan kurang dari sepuluh menit untuk sampai dilokasi.

Disana aku langsung parkir kendaraan bermotorku, kuda merah yang tanggung dan gagah ini kuparkirkan. Dan dari tempat parkir, seoarang juru parkir berujar, apakah sudah pesan? Karena kemungkinan penuh, langsung aku serang kalau aku sudah memesan dan teman-temanku berada didalam. Seketika aku bergegas masuk, dan semua lengkap dengan fromasinya. Dan tentu hidangan pun sudah tersaji walaupun terlambat, tidak lagi menunggu menu masakan. Dan langsung bisa aku bersantap ria membuka awal ramadhan di Malang dan berkumpul untuk berbuka puasa bersama dengan keluarga S2 PPKn UM. Sekian cerita yang bisa aku bagikan, semoga menjadi sebagaian dari sejarah pribadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar