Minggu, 22 Maret 2015

Sunset di Probolinggo

senja di sawah, Probolinggo
Sunset itu saya artikan terbenamnya matahari dikala sore hari, lawan dari sunrise. Ditulisan sebelumnya, saya menuliskan bahwasanya di Problinggo lebih nampak dan banyak sunrise daripada sunset? akan tetapi kenyataanya masih ada yang namanya sunset di daerah kecil sebelah utara Provensi Jawa Timur.

Sore hari menjadi salah satu moment yang baik untuk mengabadikan gambar, sore hari waktu yang indah untuk merenungkan sesuatunya, sore hari waktu yang tepat untuk bersantai dan rileks bersama keluarga, dan sore hari waktu yang indah untuk berbicara dengan sang Ilahi. Kalla sore tiba, menatap jingga di ujung bara dunia serasa teduh hatinya. Kalla awan dan matahari yang bercampur dalam garis rutan merah, membuat mata tenang dan abadi dalam ingatan.

Masih tentang Gunung Bentar Probolinggo

Traveling memang dibutuhkan bagi setiap manusia untuk menghilangkan raa bosan dalam urusan kerja, kuliah dan belajar.

Hari ini saya akan membahas perjalanan ke gunung bentar, sebuah obyek wisata yang lumayan untuk dipamerin foto-fotonya sebab asik dan memiliki nilai seni fotografi.

Kemarin, tepatnya sore hari saya diajak teman untuk mengambil gambar di Gunung Bentar, kalau saya yang sudah biasa karena rumah yang tidak jauh dari Pantai dan Gunung Bentar merasa bosan dengan keadaan dan lingkungan sekitarnya, terlalu sering dikunjungi jadi bukan obyek wisata lagi. Perjalanan dimulai dari rumah dengan menggunakan sepeda ontel, karena medan yang dilalu di Gunung Bentar lumayan ekstrim sehingga memutuskan untuk menggunakan sepeda ontel. Perjalanan tidak jauh dari rumah, ditempuh dalam waktu 10 menitan, rumah saya berada di sebelah timur dari obyek wisata pantai dan gunung Bentar, yakni Desa Curahsawo. Masih belum ada biaya yang dibutuhkan untuk masuk ke dalam obyek wisata ini, alias gratis. Kemarin sore saya dikejutkan dengan banyaknya jumlah Pengunjung yang ada di gunung bentar ketimbang di pantai bentarnya. Berawal dari postingan di media sosial yang berujung pada ramainya pengunjung yang ingin ikut untuk mengabadikan moment di Gunung Bentar. Bagi orang sini mah sudah biasa. Bosen iya, setiap hari sudah jadi penghidupan.

Rabu, 18 Maret 2015

Tuntas Sidang Skirpsi

jadwal ujiannya
Perlu kita sepahami bersama, bahawasanya perjuangan dan usaha manusia tidak akan beda dengan takdir dan hasil yang akan berbuah dari proses dan perjuanganya.

Proses penyelesaian skripsi untuk mendapatkan gelar Sarjana tidaklah semudah membuat makalah ataupun proposal kegiatan yang sedikit sudah mendapatkan ACC atau persetujuan dari dosen pembimbing atau dosen pengampuh mata kuliah. Proses yang terjadi atau dialami mahasiswa saat menghadapi skripsi sungguh banyak. Proses ujian sesungguhnya ada pada saat bimbingan setiap harinya dengan dosen pembimbing. Ujian batin dan ujian mental utamanya, tidak jarang saat konsultasi dengan pembimbing mendapatkan cacian dan makian, serta motivasi yang membangkitkan. Tapi semua yang dilakaukan itulah proses yang seharusnya dinikmati dalam setiap inchinya, di ingat dan di ingat sebagai memory bahwasanya perjuangan sungguh menuai hasil yang sepadan. Benar ucapan sebelumnya, saat saya masih belum mencapai level atas dalam status ke Mahasiswaan saya yang mengatakana bahwa dosen pembimbing memilki pengaruh terhadap kelulusan skripsi mahasiswanya, sebenarnya dari rank jika di berikan grade, itu cuma pada level 4 saja menurut hemat saya. Utama dari penggarapan dan penyelesaian skipsi itu ada pada setiap individunya, rasa malas utamanya, sering terjadi dalam individu yang asik dengan skirpisnya. Rasa malas datang dari segala penjuru, kadang titik jenuh saat berfikir untuk mengutarakan pendapatnya dalam bentuk tulisan ilmiahpun terjadi. Bagi saya pribadi, penelitian dari skripsi tidaklah berguna apabila data yang kalian peroleh itu tidak dituangkan dalam bentuk tulisan dan bahasa ilmiah. Jadi, setelah penelitian yang harus kalian lakukan para pejuang skripsi, tulislah hasil data datamu, itu bahan mentah yang harus disesuaikan dengan format ilmiah dalam keilmuah kalian. Doa, ingta terkesan sepele dan terdengar ungkapan pasrah dan menyerah apabila kita mendengar istilah doa. Beda, janganlah sungkan untuk meminta doa ke teman kalian sebagai wujud suport dan keistimewaan doa. Doa orang tua, dan doa pribadi utamanya. Urusan ilahi memang ada dalam dunia nyata, tidak menututupi kemungkinan kemudahan datang dengan iringan doa yang telah kalian pinta dan mohon kepada sang Ilahi. Percaya atau tidak? silakan, akan tetapi saya telah membutikannya.

Minggu, 15 Maret 2015

Pemuda dan Kabar Buruk

benarkah lagi berfikir?
sepengetahuan saya, yang namanya pemuda itu jiwanya pendobrak, pemikir, dan cepat karena optimisme ambisiusnya. Tapi kok malah kabar buruk yang ada?

Pemuda hari ini masuk pada zona kritis, kritis dalam pemikiran, kritis dalam tindakan dan kritis hampir dalam segala hal. Sikap indvidualisme mulai masuk dalam semangat pemuda hari ini, kabar buruknya, mereka malah berbangga dengan kondisi yang dialaminya. Senang senang dan kumpul dengan teman dan sehabatnya tanpa berfikir akan apa yang selanjutnya terjadi, kadang pemuda sepatutnya memberikan seputar peubah pada masyarakat. Sebab, semangat yang tinggi di intervensi sedikit langsung menggembu dan sebagainya. Fact, hari ini sangat prihatin tak jauh dari pemuda masa kini hanya dihuni oleh orang yang gemar berfoto wajah, berfoto dengan teman dan phublishing ke media. Ironis sebenarnya, apalah daya, masa dan zaman memang mengubah pemikiran dan prilaku sejarah remaja. Hanya terpaku akan romantisme sejarah silam pemuda dan remaja tahun perjuangan, mereka memberikan semangat peubah dalam masyarakat.

Minggu, 08 Maret 2015

Lebih dari Sekedar "lulus"

www.e-campusradio.com
Gelar mahasiswa akhir atau sebutan sebagainya kadang membuat saya yang hari ini mengalami dan pada saat yang bersamaan bercampur bahagia sebab sudah ada sebagian dari mereka yang wisuda dan mengenakan pakaian terbaik dari daerah mereka dan disambut oleh orang tua mereka, berucap suka kegembiraan dan selamat atas raihan usaha dan perjuangan selama beberapa tahun saat menghadapai kuliah.
Usaha tidak sekedar perjuangan untuk lulus, seketika renungan dalam kegembiraan pun saya alami, hali ini kalau saja saya juga alami, apa yang nantinya akan terjadi? apakah senang dan gembira layaknya mereka yang merasakannya? pikirku selalu tentang bagaimana kedepan, kadang membuat kekacauan dan kecanduan akan mau melangkah kemana setelah sebuah gelar di sandang, bebankah ini? semakin dewasa tingkatan pendidikan bukan semakin menjadikan mutu dan kualitas seseorang akan tetapi masalah dalam hidup dan kehidupan jauh lebih dan lebih menyulitkan. Sekali