Jumat, 21 November 2014

Paralayang; Moment dan Kenangan

Gambar: Bedua
Hari itu, Rabu 19 November 2014 saya bersama Silviana Noerita. Selapas rindu dan bertemu sebelumnya di hari senin saat Romantisan di Kanjuruan. Mulanya tujuan kami tidak di Paralayang, ingin melepaskan rasa Rindu di Pantai yang dekat di Kota Malang. Tapi tidak jadi, dan keputusanpun muncul di Paralayang karena mendapatkan rekomendasi dari teman. Sepertinya tujuan ini spontan saja, tanpa ada perencanaan yang panjang dan lebar. Langsung saja keceritanya, dapat pesan dan Whatsup dari Silivi untuk berangkat ke Paralayang, Kota Wisata Batu pada pukul 3.30 WIB karena niat awalnya untuk meilhat sunrise disana. Karena lelah saya sebelumnya selama 3 hari 2 malam berada di Ngijo sehingga bangunpun kesiangan. Sekitar pukul 4.00 pagi saya membalas. Ditanya, jadi apa enggak sayang? Lho, ayoo kok :D (kasar yak) Iya sayang, langsung menggunakan jurus cepat.

Perjalanan ke Paralayang lancar, karena masih suasana pagi, masih belum banyak orang yang beraktivitas sehingga bisa mengendarai motor dengan sedikit agak cepat. Sampai disana sekitar pukul 5 lebih. Mau lihat sunrise sudah kesiangan, tiket untuk masuk ke Paralayang ini harganya Rp. 5.000,- perorang dan untuk Parkir Motor juga Rp. 5.000,-
Karena sudah kadung sampai dengan kondisi matahari yang sudah terbit akhirnya foto-foto saja dengan suasana yang masih dingin disana. Ini gambarnya sunrise dari Paralayang saat di foto.
Gambar: Sunrise Paralayang
Melanjutkan jalan-jalan menuju mengelilingi tempat-tempat di Paralayang, hingga pukul 10.00 siang untuk beranjak pulang.
Ceritanya kurang seru, biasa penulis bodoh kalau ngarang :))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar