Senin, 20 Oktober 2014

Wayang Purbo Asmoro Universitas Negeri Malang

Biasanya kalau sudah ada pagelaran wayang gini ini orang sepuh sepuh yang nonton dan rata ratanya sudah lanjut usia, bisa dibilang bapak bapak gitu lah.. Ini acaranya di Universitas Negeri Malang, dalam rangka Dies Natalis ke 60 dan Lustrum XII. Mulai senin kemarin sih agendanya, dan pada puncak acaranya pada Sabtu, 18 Oktober 2014.

Saya mulanya mau berangkat sendiri ke pagelaran wayang kulit Purbo Asmoro, dan ternyata ketemu sama Asif, temen di Organisasi sekalian ngajak saja ke pagelaran wayang kulit ini. Ketemunya sih jam 4 an sore di jalan Bondowoso Malang.

Kira"berangkatnya sekitar pukul 8.an malam, karena mikirnya kalau acara ginian pasti malem dan bisa sampai pagi,, dan tempatnya pula sesuai dengan kondisi wayang di Masyarakat,, yo di luar atau langsung ketemu sama alam sekitar. Disana saya bersama asif naik motor, dan parkir sembarang tempat. Wong ada temenya jadi diparkir saja sembarangan hhee...
Setiba dilokasi langsung tanda tangan dan eh,, ternyata dapat kupon makan juga :D
Lumayan mumpung gratisan deh,,, 


Jadi memang masuk kriteria untung deh saya,, karena dapat makan gratis di saat krisis moneter melanda :D kebutuhan yang banyak dan mendesak. Tapi saya dan asif tidak langsung makan sih,, duduk ambil barisan paling depan untuk lebih jelas dan ceto kalau orang bilang, gambar dan cerita wayangnya.
Banyak media yang meliput pagelaran ini, dan ada wakil walikota Malang juga yang menyempatkan diri untuk datang ke acara ini. Sambutan pak Rektor Prof. H. Soeparno juga sangat baik menurut saya, dan fasih dalam kromo inggil atau kromo alus dalam pengucapan bahasa Jawa.

Sempat zonk, jane ngomong opo iki? hhaa?
Lucunya seorang anak seperti saya yang kelahiran dan hidup dengan sedikit komunikasi jawa malah suka dan menarik kalau bercerita mengenai pewayangan,, utamanya Pituturnya,, karena menurut saya ucapanya banyak sekali nilai dan serat moral yang bisa dipetik.



Dalang dalam wayang kulit Purbo Asmoro ini dari surakarta, wah keren memang kelahiran dari keraton dan memainkan pewayangan dalam cerita Mahabharata, dengan dibawakan budaya Jawa tentunya. Bukan seperti pewayangan Mahabharata di TIPI lho :D Sudah masuk Indonesia jadi harus ikut kebudayaan dan bawaan Indonesia, meski memang semulanya berasal dari India.
Ceritanya langsung di mulai dari perang Batharayudha,, jadi bukan dari awal bangsa Kuru :D kalau dari awal paling dalang.e kesel yow :D
Gak sampek selesai saya pulang dulu, eh ke LK Koms Sastra UM ding di KarangPloso..

Sebelumnya saya mengambil jatah makan dan kacang yang si sediakan oleh panitia,, lumayan lah :D :D



Tidak ada komentar:

Posting Komentar